ITS Jajal Kompetisi Maritim HYDROCONTEST di Prancis
11 September 2017

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya terus berupaya mengukir prestasi di kancah internasional. Kali ini, ITS melalui tim Batharasurya Hydrone menjajal peruntungan untuk kali pertama di kompetisi Hydrocontest, yakni lomba kemaritiman hemat energi yang diselenggarakan di Saint-Tropez, Perancis, enam hari sejak 4 September 2017.

Hydrocontest merupakan kompetisi pelajar internasional pertama yang didedikasikan untuk efisiensi energi di dunia maritim. Kompetisi tersebut rutin diadakan oleh Hydros Foundation yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat umum tentang tantangan melestarikan sumber daya air.

Tahun ini, ajang bergengsi yang memasuki tahun ke-4 itu diikuti oleh 23 tim yang terdiri dari 200 mahasiswa berasal dari 13 negara. Salah satu timnya adalah Batharasurya Hydrone ITS.

Selama tujuh hari ini, tim Batharasurya Hydrone ITS optimistis mampu menampilkan yang terbaik. Hari pertama, telah dilakukan inspeksi lambung dan elektrik pada kapal, dan kapal Batharasurya Hydrone telah dinyatakan lolos mengikuti babak kualifikasi, hari ini (5/9), untuk diambil menjadi 16 peserta nantinya.

Dalam kompetisi yang didukung oleh the Societe Nautique de Saint-Tropez tersebut terdapat dua kategori utama lomba yang ditawarkan. Yakni kategori mass transport  yang menyimulasikan pergerakan kapal barang dengan beban berat 200 kilogram dan kategori light boats yang menuntut peserta bisa menggambarkan transportasi kapal untuk orang yang nyaman dengan beban seberat 20 kilogram.

"Untuk saat ini, kami (tim Batharasurya Hydrone ITS, red) hanya mengikuti satu kategori lomba saja, yakni kategori light boats," jelas Ir Wasis Dwi Aryawan MSc PhD, dosen pembimbing tim Batharasurya Hydrone ITS saat dikonfirmasi melalui pesan elektronik, Selasa (5/9). Selain karena baru kali pertama, keterbatasan dana juga menjadi alasan tim ini hanya mengikuti satu kategori lomba.

Meski pun begitu, menurut Kepala Departemen Teknik Perkapalan, tim Batharasurya Hydrone tetap optimistis bisa meraih yang terbaik dengan inovasi yang disuguhkan kali ini. "Kami optimis menang dalam kategori ini.," tandasnya bersemangat.

Tim Batharasurya Hydrone yang berlaga di Prancis kali ini sebanyak tiga mahasiswa dari Departemen Teknik Perkapalan ITS. Mereka adalah Pieter Mario Fernandez, Fajar Andinuari, dan Mohamad Rival.

Kapal Batharasurya Hydrone kali ini berbeda dari kapal Batharasurya ITS sebelumnya yang menggunakan tenaga surya sebagai penggerak mesinnya. Kapal Batharasurya Hydrone ini menggunakan tenaga baterai sebagai bahan bakar. "Dalam lomba ini, baterai sudah disediakan oleh panitia lomba," jelas Wasis. Kapal ini pun dikendalikan dengan remote control dan tanpa awak. (mir/van)


Ditulis Oleh : Redaksi ITS - WEB ITS  - Selasa, 05/09/2017 16:04 WIB




BERITA POPULER