Robot Selam ITS Juara Dua ASEAN
21 May 2018

Tim Hydro Sub berpose di depan kolam renang KONI.

Kampus ITS, ITS News – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukan taringnya di kancah internasional. Kali ini, angin segar berhembus dari Robot ORCA karya Tim Hydro Sub ITS. Tim yang digawangi sebelas personel ini berhasil menjadi Runner Up dalam kompetisi The 2nd ASEAN MATE Underwater Robot Competition yang berlangsung di Kolam Renang Koni Surabaya pada April lalu.

Sebelas punggawa tersebuta diantaranya adalah Fathaluddin Kalbuadi, Ahmad Wildan Ilhami, Zhafir Tri Setiabudi, Hirsto Eirsan Marstahan, Gusti Caesar Bagaskara, Adnan Faiz Fauzi, Dwiky Helmi Ramadhani, Yusfin Ridho Pratama, Fikri Indra Mualim, Muhammad Hanif Yuliansyah, dan Neysha Alya Fakhira.

Berbekal robot yang mereka beri nama ORCA, satu persatu tantangan dalam Kompetisi MATE 2018 berhasil mereka selesaikan. ORCA adalah robot selam yang dapat dioperasikan dari jauh menggunakan remot kontrol. “Pada tahun ini, tantangan lebih ditekankan pada fungsi robot sebagai sarana mitigasi bencana,” jelas Ahmad Wildan Ilhami, salah satu anggota.

Wildan menjelaskan, dalam unit seberat lima kilogram ini terdapat kotak penyimpanan yang memiliki peran ganda, yaitu sebagai peningkat daya apung dan sebagai tempat komponen elektronik. “Robot ini dirancang agar memiliki berat jenis yang lebih rendah daripada air sehingga dapat mengapung secara otomatis,” imbuhnya.

Ia menambahkan desain robot berukuran 310 x 400 x 280 milimeter ini sengaja dibuat meruncing di bagian depan. “Supaya lebih mudah dalam memecah aliran, terutama saat menyelam di bawah air,” tutur Wildan.

Pada kompetisi ini, terdapat tiga misi yang harus diselesaikan yaitu menemukan bangkai pesawat yang jatuh, mengetahui letak dan seismik gempa, serta menemukan indikasi letak sumber energi. “ORCA mampu mengetahui koordinat pesawat yang jatuh hanya dalam waktu 15 menit,” ungkap pria asal Bojonegoro tersebut.

Menurut Wildan, pembuatan ORCA ini tak serta-merta lancar. Tim Hydro Sub seringkali mengalami hambatan, baik secara teknis maupun non teknis. “Kami sempat mengalami pemadaman ketika menguji modul listrik, sehingga menghambat beberapa proses,” tutur mahasiswa Departemen Fisika tersebut.

Meski demikian, robot yang dikerjakan selama hampir empat minggu tersebut berhasil mengantarkan Wildan dan tim menjadi runner up dengan skor 187. Ketika ditanya mengenai kesannya, Wildan memaparkan bahwa tim Hydro Sub mengalami pengalaman dan pelajaran yang sangat berharga selama proses. “Kami menjadi lebih akrab dengan berbagai teknologi baru dari beberapa komponen yang digunakan, misalnya pengendali mikro,” pungkas Wildan. (id/qi)

Desain 3D ORCA Ciptaan Hydro Sub.

( Sumber: ITS )




BERITA POPULER